NOVEL "Merpati Putih"



Chapter 3
The First Time


“Hufft. Lian, Aku mau ngomong sesuatu ke kamu.” Kata Firly dengan berat hati
“Ada apa kok kamu sampai gelisah seperti itu?” Tanyaku
“Aku harus ngomong ini sekarang ke kamu.” Firly semakin serius
(Aku terheran-heran melihat tingkah Firly yang aneh)
“Ayahku menyuruhku untuk bersekolah di Singapura.” Katanya
“Lah emang di Indonesia kenapa, disini juga banyak SMA yang berkualitas.” Kataku dengan rasa berharap agar di tidak pergi.
“Maaf ini sudah keputusan Ayahku.” Katanya sambil menundukkan kepala
“Berilah alasan yang jelas Fir.”
“Di Singapur ada kakek (dari Ayah Firly), Dia ingin Aku bersekolah di sana  agar Aku bisa fasih berbahasa Inggris.”Jelasnya
“Itu sudah keputusanmu, Aku tidak bisa mengganggunya. Aku gak punya hakbuat ngelarang kamu. Toh, Aku bukan siapa-siapa kamu.” Jawabku
“Lian Kamu jangan marah, Aku tidak akan merubah perasaanku ke kamu, kan sekarang juga teknologi suadah canggih, kita bisa vidio call.”
“Bertemu sama Vidio call beda rasanya.” Katakku
“Aku tidak bisa mencegah Firly pergi untuk bersekolah ke luar negeri.  Aku tidak boleh egois.” Pikirku
“Lian” Firly melambaikan tangannya dihadapanku yang sedang berpikir.
“Yah Aku gakpapa Kamu sekolah ke luar negeri, asal jangan lupakan Aku.”
“iya Lian.” Sambil menyubit pipiku.
Galang, Pria gendut yang selalu ambisius terhadap impiannya. Tapi Akhirnya dia bisa jatuh cinta juga. Dulu dia hampir suka sama Firly, tapi Dia merelakannya untuk sahabatnya sendiri. Siapkah Wanita yang beruntung? Dialah Vania teman SD Galang. Aku juga baru dengar nama Vania waktu kelulusan. Lah mungkin Vania kelas b, tidak pernah sekelas denganku. Vania menurut pandanganku Cantik, manis, dan lugu. Dia tidak pernah tahu kode-kode yang disampaikan Galang. Dia pernah cerita kepada Aku, Dia memberikan sebuah coklat pada Vania, Vania hanya mengira itu hanya coklat bisa padahal di situ tertulis surat cinta utuk Vania.
Masa SMP berakhir. Aku telah menyerah jabatanku kepada ketua osis baru. Di SMP 12 Karuhun ini banyak Siswa-siswanya yang mendapat beasiswa melanjutka di SMA favorit di kota-kota. Aku pun baru tahu itu dari Firly. Alhamdulillah, Aku selalu mendapat peringkat 1 di kela, ya mungkin karena Aku tidak pernah sekelas dengan Galang. Masa perpisahan SMPku sama dengan perpsahanku denga Firly.
Aku mendapat beasiswa untuk bersekolah di SMA Garuda di jakarta. Harusnya bersama Firly, tapi kan dia sudah mendaftar sekolah di Singapur dan sudah diterima.
“Aku sudah diterima di singapur” Kata Firly kepadaku
“Selamat.” Balasku sambil menjabat tangannya
“Mari kita berkomitmen.” Ujarnya
“Apa?” Aku heran
“Kita jadian.” Kat Firly dengan malu-malu
“Serius?” Tayaku
“Iya, tapi kamau jangan mengecewakan Aku”  kata Firly dengan muka serius
“Iya, kamu juga.” Kataku
Walaupun istilah jaman sekarang LDR, ya tidak apa-apa lah yang penting aku lebih bahagia dari sebelumnya. Kita saling berkomitmen satu sama lain untuk tidak mengecewakan. Firly memberi tahuku bahwa Dia pung satu semester sekali, jadi Aku bisa menemuinya 1 tahu 2 kali. Apakah cukup dengan ini? Aku takut Firly menemukan Cowok baru disana. “Hubungan sehat, hubungan yang dilandasi dengan kepercayaan” pepatah yang ku dengar dari sebuah film yang membuka pikiranku.
***
Galang, Pria gendut yang selalu ambisius terhadap impiannya. Tapi Akhirnya dia bisa jatuh cinta juga. Dulu dia hampir suka sama Firly, tapi Dia merelakannya untuk sahabatnya sendiri. Siapkah Wanita yang beruntung? Dialah Vania teman SD Galang. Aku juga baru dengar nama Vania waktu kelulusan. Lah mungkin Vania kelas b, tidak pernah sekelas denganku. Vania menurut pandanganku Cantik, manis, dan lugu. Dia tidak pernah tahu kode-kode yang disampaikan Galang. Dia pernah cerita kepada Aku, Dia memberikan sebuah coklat pada Vania, Vania hanya mengira itu hanya coklat bisa padahal di situ tertulis surat cinta utuk Vania.uhun
Galang menjadi meraih nilai tertinggi disekolah SMP 12 Karuhun, Dia mendapat beasiswa ke SMA 72 Jakarta. Dia mengalami konflik, harus berpisah dengan Sahabtanya dan juga Vania. Vania akan melanjutkan SMA di SMA 1 Bogor, sekolah unggulan di kotaku. Baru sekarang Aku melihat Galang bingung. Mungkin benar kata pepatah bahwa cinta itu buta. Artinya dapat membutakan pikiran,. Akhirnya Dia mengambil SMA 1 Bogor satu SMA dengan Vania. Walaapun kami berpisah tapi kami harus tetap solid.
Bapakku senang mendengar Aku mendappat beasiswa, tetapi Ia bingung Aku akan tinggal dimana ketika di Jakarta. Untung Ibu mempunyai sodara namanya Sobari. Paman Sobari inilah yang akan menjadi wali saya. Yang kutahu Dia mempunyai anak laki-laki seusia denganku, namanya Helmi. Helmi juga akan bersekolah di SMA Garuda. Akhirnya, Aku punya teman disana.
Di SMA Garuda saya mengikuti eskul Basket, kenapa sih Aku tidak mengikuti OSIS lagi? Karena OSIS pulang sore, sedangkan Aku harus pulang bareng Helmi naik motornya. Tahulah kalau anak basket itu suka dipandang keren oleh cewek-cewek. Kadang banyak nomer tak dikenal SMS padaku. Mungkin ini pekerjaan Helmi. Sampai Akau pernah melihat cewek yang tak asing wajahnya di pikiranku. Aku menghampirinya
“Hai.” Sapaku
“Iya .”
Dia berbeda dengan wanita lain yang genit kepadaku.
“Kenalin nama Gue Julian.” Katakku
“Namaku Mayang.” Dia langsung lari pergi

Tiba-tiba handphoneku berbunyi ada telepon dar Firly
“Halo pacar, gimana kabarnya?” Sapanya
“Hai Pacar, Aku baik, kalau kamu?” Balasku
“ bai. Lagi ngapain kamu?” Tanyanya
“Baru selesai main basket.” Ujarku sambil mengusap keringatku
“kamu mau caper ke cewk lain ya?”
“Gak papa lah kan kamu jauh.” Kataku sambil tertawa
“Aku percaya sama kamu kok, di indonesia musim apa?”
“ Musim rindu.” Jawabku
“ah gombal.” Kata Firly
“serius, beda sih kalau Kamu mah santai-santai aja gak rindu.” Balasku
“Iya kan di Singapur ga ada musim rindu.”
“Udah sore nih, Aku mau pulang. Disana malam kan Good night ya.”
“Good night.”









Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesehatan Mahal Harganya

CONTOH CERITA PENDEK