Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

NOVEL "Merpati Putih"

Chapter 3 The First Time “Hufft. Lian, Aku mau ngomong sesuatu ke kamu.” Kata Firly dengan berat hati “Ada apa kok kamu sampai gelisah seperti itu?” Tanyaku “Aku harus ngomong ini sekarang ke kamu.” Firly semakin serius (Aku terheran-heran melihat tingkah Firly yang aneh) “Ayahku menyuruhku untuk bersekolah di Singapura.” Katanya “Lah emang di Indonesia kenapa, disini juga banyak SMA yang berkualitas.” Kataku dengan rasa berharap agar di tidak pergi. “Maaf ini sudah keputusan Ayahku.” Katanya sambil menundukkan kepala “Berilah alasan yang jelas Fir.” “Di Singapur ada kakek (dari Ayah Firly), Dia ingin Aku bersekolah di sana   agar Aku bisa fasih berbahasa Inggris.”Jelasnya “Itu sudah keputusanmu, Aku tidak bisa mengganggunya. Aku gak punya hakbuat ngelarang kamu. Toh, Aku bukan siapa-siapa kamu.” Jawabku “Lian Kamu jangan marah, Aku tidak akan merubah perasaanku ke kamu, kan sekarang juga teknologi suadah canggih, kita bisa vidio call.” “Bertemu s...

NOVEL "Merpati Putih"

Chapter II Putih-Biru “Pengumuman,, Kepada seluruh siswa-siswi kelas 6, harap berkumpul di lapangan upacara, ada informasi penting yang harus disampaikan!” Terdengar pengumuman dari Pak Dulmanan kepala sekolah SDN 12 Karuhun. (Anak-anak serentak berbondong –bondong menuju lapangan) “Baik, Bapak akan sampaikan sebuah pengumuman penting bagi anak-anakku sekalian. Ini berhubungan dengan masa SMP kalian. Apakah kalian sudah dapat pilihan SMP? Jika sudah secepatnya mendaftar ke Bu Ela. Agar segera didata dan didaftarkan. Dan semua sekolah SMP telah membuka pendaftaran melaui jalur prestasi. Demikian Informasi yang Bapak sampaikan.” Begitu bunyi info yang disampaikan Pak Dulmanan. Aku dan Galang segera mendaftar ke Bu Ela yaitu Ibunya Galang, Aku sudah berkomitmen untuk masuk SMP unggulan, yaitu SMP 3 Asihan. Denger-denger sih masuknya sulit. Yang penting kita punya tekad, nanti Tuhan pun meridhai. Hari kelulusan pun tiba, ternyata 100% anak-anak dari SDN 12 Karuhun lulus....

NOVEL "Merpati Putih"

Chapter I Namaku Jupri Mengapa sih Orang tuaku memberi nama agak kebarat-baratan? Ibuku pernah cerita bahwa nenekku dari ibuku keturunan Belanda, yang dinikahi Kakekku di Indonesia tepatnya di daerah dekat Batavia (Mungkin tempat tinggalku yang sekarang di Bogor pedesaan)   tapi bukan seorang bangsawan. Mengapa Ibuku tidak terlihat seperti keturunan Belanda? Karena Ibu lebih mirip dengan bapaknya. Mungkin seperti itu, menurutku. Sama halnya dengan adikku, Ia diberi nama Wiliam Raditya, dengan nama panggilan Wira. Keluargaku ini mungkin Keluarga yang tidak terlalu mewah. namun yang kami rasakan bahagia, karena kami selalu berkumpul bersama. Bahagia itu bukan dengan harta tapi dengan kasih sayang. Mungkin itu yang Aku rasakan. Kami satu komplek dengan Keluarga berada. Walaupun begitu, para tetanggaku saling membantu satu sama lain. Jika ada yang keluarga yang sakit pasti tetangga-tetangganya melongo. Benar bahwa manusia itu Makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa bantua...