NOVEL "Merpati Putih"
Chapter II
Putih-Biru
“Pengumuman,, Kepada seluruh
siswa-siswi kelas 6, harap berkumpul di lapangan upacara, ada informasi penting
yang harus disampaikan!” Terdengar pengumuman dari Pak Dulmanan kepala sekolah
SDN 12 Karuhun.
(Anak-anak serentak berbondong
–bondong menuju lapangan)
“Baik, Bapak akan sampaikan sebuah
pengumuman penting bagi anak-anakku sekalian. Ini berhubungan dengan masa SMP
kalian. Apakah kalian sudah dapat pilihan SMP? Jika sudah secepatnya mendaftar
ke Bu Ela. Agar segera didata dan didaftarkan. Dan semua sekolah SMP telah
membuka pendaftaran melaui jalur prestasi. Demikian Informasi yang Bapak
sampaikan.” Begitu bunyi info yang disampaikan Pak Dulmanan.
Aku dan Galang segera mendaftar ke
Bu Ela yaitu Ibunya Galang, Aku sudah berkomitmen untuk masuk SMP unggulan,
yaitu SMP 3 Asihan. Denger-denger sih masuknya sulit. Yang penting kita punya
tekad, nanti Tuhan pun meridhai.
Hari kelulusan pun tiba, ternyata
100% anak-anak dari SDN 12 Karuhun lulus. Galang memperoleh nilai tertinggi UN,
sedangkan Aku peringkat Ketiga. Lalu siapa peringkat keduanya? Semua orang
kaget mendengar Nama Faldo. Ya, anak yang membuat Andini pindah.
“Silahkan peraih 3 besar nilai UN
segera menaiki panggung” Pinta pembawa acara.
“Sepintar apa sih Faldo?” kataku
dalam hati (sambil melirik Faldo.
Semenjak kejadian berantem itu, aku
dengan si Faldo tidak sekela lagi. Mungkin saja Dia berubah.
“Ada satu pengumuman penting, Ada 3
murid yang diterima di SMP 3 Asihan jalur prestasi, yaitu Galang, Vania, dan
Julian.”
Yes, Akhirnya Aku bisa masuk SMP itu
bersama sahabatku. Aku pun terheran keman si Fado mendaftar. Aku mendengarkan
Galang mengobrol dengan Faldo.
“Do lu daftar kemana?” Tanya Galang
“Kepo lu.” Jawabnya sinis.
“Gua nanya serius Do.” Kata Galang
“Bukan urusan Lo” Jawabnya.
Emang itu karakter asli Faldo, Dia
pintar, tapi sikapnya menjengkelkan. Semoga Dia bisa berubah.
(Bu Ela menghampiri Flado)
“Do, kamu diterima SMp di malaysia
sesuai permintaan Papah kamu.” Kata Bu Ela
Gila, Aku kaget mendengar hal itu.
Ternyata dia mendaftar keluar negeri. Oh, Dia disuruh Papahnya daftar keluar
negeri karena Papahnya ada proyek selama 3 tahun disana. Mungkin bukan SMP
unggulan. Hanya sekedar sekolah saja disana. Huss, jangan Suudzon Pri. Diakan
nilai Unnya lebih tinggi dari kamu.
***
Hari pertama masuk SMP, menjalani
MOS pada saat itu. Aku bekenalan dengan seorang cewek
(Aku melihat seorang cewek sedang
bingung mencari kelas dengan pakaian MOS)
“Hai, Apakah ada yang bisa saya
bantu?” Tanyaku
“hm, Aku sedang mencari kelas 7c.”
Jawabnya
“Ayo ikut dengan ku.” Jawabku
(Dia berjalan mengikutiku)
“Ini kelas 7c.” Kataku sambil
menujuk ke sebuah ruangan.
“Terima kasih.” Balasnya sambil
tersenyum
Hatiku deg-degan melihat senyumnya
(Dia menjulurkan tangannya)
“Kita kan belum kenalan.” Ajaknya
“Oh,, iya Namaku Julian kamu bisa
panggil Aku Jupri.” Balasku
“Namaku Firly. kok panggilannya jauh
banget, Nama kamu keren loh.” Jawabnya
“Iya kan Namaku Julian Primas. Jadi
disingkat Jupri.” Kataku sambil tersenyum
Firly tertawa “Nggak, Aku akan
panggil Kamu Lian,”
“Ok, terserah Kamu, Minta nomer Hpny
boleh? Biar lebih Akrab.” Balasku
(Dia menulis di secarik kertas, lalu
memberikannya padaku)
Semenjak itu Aku meninggalkan nama
panggilan Jupri dan berganti menjadi Lian. Berkenalan dengan tak sengaja,lalu
memberikan nama panggilan baru. Mungkin hanya teman-teman Sdku yang memanggil
Jupri. Firly kelihatannya dia baik, cantik, dan imut. Aku merasa ada
perasaan yang berbeda ketika melihatnya.
Aku tak mengerti apa perasaan ini. Setiap malam juga kami sering SMS-an.
Saatnya Aku menjadi pribadi yang
baik dan butuh bersosialisasi, jadi di SMP saya mengikuti OSIS untuk menjadi
pengungurusnya. Kebetulan Firly juga sama ikut OSIS. Kami semakin dekat dan
akrab. Sifat tak jauh berbeda dengan Andini. Ketika dekat dengan Firly Aku
semakin teringat kepada Andini. Firly ceweknya supel, mudah bergaul, dan aktif
di organisasi. Di masa SMP Aku jarang bermain dengan Galang. Galang terlihat
telah mempunyai teman-teman baru. Mungkin karena Aku terlalu sibuk di OSIS, Dia
tidak ada teman curhatnya. Hehehe, tapi Dia tidak melupakanku kok. Biasanya
kami pulang bareng, tapi karena Aku lebih lama di Sekolah Dia pulang sendiri.
Pernah Satu Hari Akmi pulang bareng
“Eh Pri, di Kelasku ada cewek
cantik.” Tanayanya
“Siapa namanya, Boleh dong kenalan
sama Gue.” Kataku
“Namanya Firly.” Jawab Galang
Firly memang teman sekelasnya
Galang. Mungkin karena Aku belum cerita tentang Firly kepada Galang bahwa Aku
sudah berkenalan dengan Firly Bahkan sering SMS-an, satu organisasi, bisa
dibilang lebih dekat denganku. Karena tak mau menyakiti hati Galang Aku pun
bercerita.
“lang Firly itu teman satu
organisasi, Aku mengenalnya ketika pas awal masuk sekolah. Bahkan Gue sering
SMSan dengannya. Gue terus terang aja, nggak mau kaya sinetron yang banyak
dramanya.” Jelasku
(Galang terdiam, kaget mendengar
ceritaku)
Sambil senyum terpaksa “Gue kalah
langkah sama lo Pri.”
Maafkan Aku Sahabat, bukannya
Aku tak mau melihatmu senang, sepertinya
Aku menaruh perasaan pada Firly.
Masa-masa Organisasi ku semakin
menarik. Aku terpilih sebagai ketua OSIS
dan wakilnya Firly. Di masa jabatanku Aku tak ingin Sekoahku mengalami
kemunduran. Karena ada satu genk di Sekolah ini yang sering melanggaran aturan.
Ya Toni and the Genk, terkenal suka malak, berantem, paling parah merokok di
sekolah. Aneh sih di sekolah unggulan masih ada saja siswa banel seperti itu.
Walaupun Dia Kakak kelas Qku harus
berani menegurnya. Pernah pada waktu itu Firly berhasil mendapati Toni membawa
rokok di tasnya
“Kak, rokoknya kami ambil.” Bentak
Firly
“Hah, udah biasa Gua bawa rokok,
ketua OSIS kemarin juga tahu, Gue suka bawa rokok.” Jawabnya
“Sekarang lebih tegas Kak” Balas
Firly
(Toni menarik Firly ke belakang
halaman sekolah)
Disana Aku melihatnya. Firly
dibentak-bentak sampai menangis. Toni akan memukul Firly, Aku langsung
menghampiri Toni lalu menghalaunya.
“Kak sama cewek kok kasar.” Bentakku
“Lo mau jadi pahlawan kesiangan.”
Toni memukulku
Perkelahian pun tak terelakkan, Aku
dengan Toni saling tukar pukulan, tapi keadaan waktu itu sepi karena halaman
belakang sekolah jarang ada siswa kesini. Hanya tukang bersih-bersih mungkiBuk,
buk, buk. Begitu suara riuh pukulan. Antara Aku dengan Toni. Akhirnya Toni
menyerah lemas, lalu pergi. Wajahku bonyok
dan memar. Karena ketakutan, tiba-tiba Firly memelukku sambil menangis..
Aku membalas pelukannya agar lebih tenang.Setelah lebih tenang Aku lepas
pelukanku.
“Fir Kamu tidak apa-apa?” Tanyaku
“Tidak apa-apa Lian.” Jawabnya
sambil menangis menundukkan kepala.
(Aku tarik dagunya agar melihat
wajahku)
“Jangan menangis Fir, Aku selalu ada
disampingmu.” Balasku
“Terima Kasih Lian.” Jawabnya
Mungkin ini saatnya Aku
mengungkapkan perasaanku kepada Firly.
“Fir sebenarnya Aku......”
“Woy Pri lo gak apa-apa” potong
Galang.
“Gak apa-apa lang.” Jawabku
“Lah, gila lu memar gitu gak
apa-apa.”
“Lian Aku Obatin di UKS.” Kata Firly
sambil menarik tanganku menuju UKS.
“ciee,,, jadi nih” Teriak Galang.
(Aku mengepalkan tanganku padanya,
sedangkan Firly hanya tersenyum)
Firly menyiapkan obat merah dan air
hangat untuk membersihkan lukaku. Inilah mungkin waktu yang tepat untuk
menyatakan perasaanku. Perasaan yang mungkin tumbuh ketika awal kami bertemu.
“Firly sebenarnya Aku menyukaimu”
Kataku dengan berani
“Aku juga.” Jawab Firly
(hatiku senang mendengar kata itu
langsung dari mulut Firly)
“Maukah Kamu jadi pacarku?” Pintaku
“Maaf, Lian bukannya Aku tak siuka
Padamu, melainkan Aku berjanji pada Ayahku untuk tidak berpacaran selama SMP>”
Jawabnya
Aku menghela nafas”Gak apa-apa, Aku
tidak akan memaksakan kehendakku Fir. Mendengar Kamu suka padaku pun Aku
senang.” Jawabku.
Semenjak itu Aku semakin dekat
dengan Firly, sering belajar bareng, main bareng, pulang sekolah bareng.
Anak-anak SMP mengira itu hanya hubungn anatara ketua OSIS dan wakilnya.
Padahal ini hubungan saling suka tanpa status...
Lanjutkann, penasaran lanjutannya!
BalasHapus