CONTOH CERITA PENDEK

 Cerita pendek (cerpen) adalah salah satu jenis prosa yang isi ceritanya bukan kejadian nyata dan hanya dibuat-buat. Jumlah kata di dalam cerita pendek tidak lebih dari 10.000 kata.[1] Penulisan cerita pendek menggunakan gaya bahasa yang naratif, padat dan langsung kepada inti cerita.


Contoh cerita pendek


Akhir Cerita


Halo aku Nania, gadis SMA yang mungkin kelihatan seperti anak SMP.  Aku lahir dari keluarga cukup berada, fasilitas apapun papa dan mama selalu berikan. Tapi, ada satu yang tidak bisa mereka berikan, ya kasih sayang. 

Semenjak kecil sampai sekarang SMA aku dibesarkan oleh bibi (ART), dia yang paling tau bagaimana pertumbuhan aku dari kecil. Memang aku bahagia diberi fasilitas yang lebih dari cukup, tapi hati kecil ini mengatakan ingin berkumpul bersama keluargaku. Setiap ada masalah, aku ingin sekali cerita kepada mama tetapi dirumah pun ia sibuk dengan pekerjaannya. Akhirnya aku cerita kepada Bibi. Masalah apa pun itu, aku selalu cerita kepada kepadanya, ia pendengar dan penasehat yang baik.

Keseharianku lebih banyak di rumah aja, bermain bersama ketiga sahabatku Kiki, Aurel, dan Vani. Mereka sahabat yang paling baik dan pengertian setiap aku butuh pasti mereka selalu membantu. Kami semua satu sekolah di SMA Harapan Bangsa. 

Ketika kami sedang bermain

"Uhuk uhuk..." Tiba-tiba aku batuk

" Ada apa Nia kok tiba-tiba batuk.." Kata Kiki.

" Apa perlu panggil dokter ? " Jawab Aurel.

(Batukku makin parah, disusul dengan muntah darah)

" Udah Nia kita bawa kamu ke rumah sakit aja. " Kata Vani dengan muka cemas.

"Ngga papa kok nanti juga sembuh. " Jawabku

(Tin tin suara klakson mobil papaku)

Segera aku bukakan pintu untuk papaku. 

"Tumben pah pulang cepet" 

"Iya Papa agak kurang enak badan." Jawabnya 

"Uhuk...uhukk...." Aku kembali batuk, lagi-lagi muntah darah.

"Kamu kenapa nak ?" Papaku cemas

(Aku sulit menjawab karna batuk terus)

" Gatau om dari tadi Nia batuk terus. " Jawab Aurel

"Ya udah papa bawa ke rumah sakit aja."

Papaku segera menarik aku supaya bergegas ke rumah sakit. Ketiga sahabatku pun ikut mengantar. Papah mengabari Mama kalau Aku dibawa ke rumah sakit. Sesampainya disana Aku dibawa ke ruang pemeriksaan. Setelah diperiksa ternyata aku mengalami penyakit yang cukup langka pada tenggerokan ku. Penyakit ini sudah mulai tumbuh lama, tapi efek penyakit ini baru sekarang terasa. Papa dan mama terkejut mendengar itu. Mama menetaskan air mata sambil mengelus kepalaku, sedangkan papa duduk dengan wajah pucat.

Aku terpukul mendengar penyakit yang aku derita. Tapi, aku sadar papa dan mama sangat menyayangi aku, walaupun mereka sibuk tetapi mereka menyayangiku dengan cara mereka sendiri. Keadaanku mulai drop badan sudah terasa sangat lemas. Ketiga sahabatku mulai menangis melihat keadaanku. Aku merasa sudah tidak kuat lagi. Kepalaku mulai terasa pusing. Ya, tuhan ada apa ini? Apa ini hari terakhir ku?. Papa dan mama panik, Mama segera memanggil dokter.

Aku tak tahu apa yang terjadi di hari itu. Aku lihat Papa, Mama, Bibi, dan ketiga sahabatku sedang menghadiri pemakaman dengan keadaan yang sangat sedih. Mamaku sangat terpukul, aku mencoba memeluk mama, tapi selalu tidak bisa. Setelah melihat batu nisan aku sangat terkejut, di batu nisan itu tertulis 'Nania Putri Jelita Bin Abi Manaf'.



Terimakasih teman yang sudah mampir, jangan lupa kritik dan sarannya ya di komentar. Yok lets go













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesehatan Mahal Harganya